Ini adalah karya fiksi ilmiah spekulatif.
Cerita ini membayangkan berbagai skenario “bagaimana jika” tentang teknologi, masyarakat, dan kemanusiaan.
Kemiripan dengan orang, peristiwa, atau organisasi nyata hanyalah kebetulan.
Kisah ini dibuat untuk eksplorasi kreatif, bukan sebagai ramalan atau ajakan tertentu.
Pengalaman menjadi tutor piano seorang murid yang susah diatur, putra seorang wanita berpengaruh, semakin meyakinkan Ayna bahwa latihan rutin sepanjang waktu adalah kunci kesuksesan. Di kota futuristik Azcatra, Ayna menerima pekerjaan sebagai guru piano untuk anak dari salah satu wanita paling elit di kota tersebut. Namun, anak itu sangat sulit diajar — keras kepala, agresif, dan hampir mustahil untuk dibimbing. Ayna harus mengerahkan seluruh kesabaran dan semangatnya untuk menghadapi tantangan ini. Perlahan tapi pasti, dedikasinya membuahkan hasil. Melalui pengalaman ini, Ayna menyadari bahwa manusia dan mesin sama-sama membutuhkan latihan yang berkelanjutan. Sama seperti AI, manusia pun harus terus berlatih untuk meraih keberhasilan. “Timeless Training” menjadi refleksi filosofis tentang pengembangan diri, ketekunan, dan kekuatan dari proses latihan yang terus-menerus.