Ini adalah karya fiksi ilmiah spekulatif.
Cerita ini membayangkan berbagai skenario “bagaimana jika” tentang teknologi, masyarakat, dan kemanusiaan.
Kemiripan dengan orang, peristiwa, atau organisasi nyata hanyalah kebetulan.
Kisah ini dibuat untuk eksplorasi kreatif, bukan sebagai ramalan atau ajakan tertentu.
Dihujat publik karena fitnah, Ayna bertahan berkat dukungan teman dan keberanian. Musim berganti, kekuatan pun tumbuh. Menjelang penampilan timnya di pembukaan resmi HyperDome, Ayna menjadi target kampanye fitnah besar-besaran. Dari yang semula dicintai media, ia tiba-tiba dicap sebagai musuh publik. Serangan itu berkembang hingga pelecehan fisik yang mengancam keselamatannya. Dengan dukungan teman setia dan robot pelindung pribadi, Ayna menemukan kekuatan untuk bertahan. “When The Seasons Change” adalah kisah ketahanan, kepercayaan, dan perjuangan emosional di tengah dunia digital yang kejam.