Ini adalah karya fiksi ilmiah spekulatif.
Cerita ini membayangkan berbagai skenario “bagaimana jika” tentang teknologi, masyarakat, dan kemanusiaan.
Kemiripan dengan orang, peristiwa, atau organisasi nyata hanyalah kebetulan.
Kisah ini dibuat untuk eksplorasi kreatif, bukan sebagai ramalan atau ajakan tertentu.
Ayna menyusun kembali ingatan dan kemampuan tersembunyi, menyadari bahwa insiden Hyperdome bukan kebetulan, melainkan bagian dari kekuatan dalam dirinya. Masih dihantui oleh peristiwa aneh di Hyperdome, Ayna memulai perjalanan untuk menyusun kembali potongan-potongan kejadian. Saat ia menelusuri ingatan dan momen-momen masa lalu, Ayna mulai mengenali sebuah pola—kemampuan misterius yang berkaitan dengan mimpinya, naluri, dan pengalaman yang terlupakan. Semakin dalam ia menggali, semakin Ayna sadar bahwa insiden itu bukanlah kebetulan, melainkan perwujudan dari potensi dan petunjuk yang selama ini diabaikannya. Melalui eksplorasi batin ini, Ayna menemukan betapa besar potensi yang selama ini sudah ada dalam dirinya. Terlalu sibuk dengan gangguan dari luar dan keraguan diri, ia gagal menyadari kemampuan yang tertanam di dalam dirinya. Pazuru—bahasa Jepang untuk "puzzle"—menjadi metafora yang tepat saat Ayna mulai memahami gambaran besar tentang siapa dirinya sebenarnya dan warisan apa yang ia bawa.